[ Today’s Special : Avocado Float | Separuh Hidupku Bersama Yuki (Tribute to Yukihiro Birthday) ]

yuki-2

 

Pertama sebelum gue lebih jauh cerita, gue mau ngucapin selamat ulang tahun kepada suami tercinta (eaaaa), mas Yukihiro Awaji, yang hari ini berulangtahun ke 48. Semoga dengan bertambahnya umur mas, mas semakin sadar untuk POTONG RAMBUT, karena kalo nyemir rambut yang panjang bakal lebih mahal biayanya ketimbang rambut cepak. XD

Kedua, oke gue ngerti, kalo judul post kali ini KELEWAT ALAY, tapi percayalah tanpa Yuki, gue gak akan se addict ini sama musik, ga akan se’peka’ itu ngeliatin drum play dari drummer manapun, dan gak akan menjadikan ORANG YANG ASIK DI DUNIANYA SENDIRI, sebagai salah satu kriteria ideal type gue.

Ketiga, kalau disini gue terkesan ALAY dan LEBAY, percayalah kalau gue juga hanyalah seorang fangirls yang pernah punya mimpi nikah sama Yuki (eh serius hahaha XD). Dan juga mungkin gue terkesan gak sopan dengan melabeli Yuki sebagai ‘mamang batagor’ atau ‘mamang cilok’ di beberapa post gue di medsos karena bukan gue gak sopan tapi semua idola gue dan gebetan gue dari jaman gue alay sampe sekarang udah tobat (tapi masih alay) pernah gue labeli dengan ‘kasar’ seperti itu (termasuk Akira si mamang ojek, Nobuto ‘tukang ayam’, On ‘tukang kue cubit Zimbabwe’ dsb). Label itu dibuat ketika gue iseng bikin fan fiction atau sekedar obrolan ngaco (antara gue dan hati alay gue XD) dimana gue berandai andai kalau mereka gak jadi artis dan ada di kehidupan kita sehari-hari.

Maka dari itu, sebelum gue bercerita, gue mohon maaf dengan sangat kepada cielers dan fans Yuki yang gak sengaja lihat dan baca postingan laknat ini. Gue tekankan sekali lagi, GUE JUGA SAYANG YUKI SAMA SEPERTI KALIAN MENYAYANGI YUKI, namun gue lebih nyaman dengan cara yang gue sebut di atas.

Dan here is it, sebuah pengakuan gue yang berjudul “Separuh Hidupku Bersama Yuki”

 

***

 

Kalau kalian nanya ke gue, artis yang paling berpengaruh di sepanjang gue hidup, gue pasti langsung jawab tanpa mikir dua kali dan mengucapkan dengan lantang, “L’Arc~en~Ciel!”

Sebagai anak yang lahir dan berkembang di era kejayaan tahun 90an, gue jamin pasti beberapa orang kalau kalian tanya dengan pertanyaan yang sama, 100% pasti jawabannya sama. L’Arc~en~Ciel atau selanjutnya gue akan menyebutnya Laruku, memang sedang jaya pada waktu itu. Gue tidak langsung mengenali Laruku seperti kalian yang memang mengikuti sepak terjang Laruku dari awal lewat majalah musik baik dari dalam ataupun luar negeri. (Jaman dulu mah kagak ada wikipedia, apalagi lagu gretongan XD makanya asli gue salut sama Cielers Indonesia angkatan pertama, karena gue tahu gak mudah buat beli/update info apapun terkait Laruku).

Gue baru mengenali Laruku gak lama setelah almarhum Ayah meninggal. Ayah yang waktu itu punya laptop Toshiba (OSnya masih windows 1998, dan syukur alhamdulillah awet sampe kakak gue mulai kuliah) dan seperangkat PC yang jarang banget dipake (dulu ditaronya di kamar belakang pula cuman dipake main solitaire atau minesweeper) mau gak mau ‘memaksa’ anak-anaknya buat bisa ngoprek dan memanfaatkan barang warisan tersebut sebisanya.

Disitulah kisah cinta gue dan Yuki mulai bersemi dan PC legendaris itulah makcomblangnya. Kakak gue yang waktu itu sudah SMP, punya temen yang sama-sama menyukai soal Jepang (ya musik ya anime ya manga), dan saling tukar koleksi musik Jepang yang mereka punya. Kakak gue memasukkan lagu lagu yang dia dapat ke PC dan juga ke laptop Ayah. Awalnya juga gue gak paham sama lagu lagu yang di play karena bahasanya aneh, musiknya beda sama musik sini dsb dsb. Tapi ya karena waktu itu gue dan kakak berbagi kamar, alhasil gue mesti rela di’racuni’ setiap pulang sekolah sampe mau tidur, dan mau gak mau gue jadi hapal (meskipun ada salah pengucapan tapi mendinglah XD) dan mulai kepo dengan lagu yang sering di play kakak gue.

Dari sekian banyaknya lagu yang ada di playlist Winamp (keliatan banget jadulnya kan hahaha) yang gue inget ada X-Japan (cuman satu lagu tapi dan gue lupa judulnya), Laruku (updatenya sampe single sebelum SMILE kalo ga salah, gue juga lupa detailnya), The Gazette (banyak bolong bolong sih jadi gue ga tau updatenya sampe sejauh mana hahaha) dan sisanya ost dari anime yang paling hits pada jamannya (sebut saja Bleach, Naruto, dan Samurai X yang diulang ulang mulu XD). Dan kampretnya karena dulu yang paling jago ngoperasiin komputer itu kakak dan adik gue (gue mah dari dulu kebagian jadi pengamat dan komentator), kalo gue mau dengerin lagu yang ada di PC itu HARUS nungguin kakak/adek gue pulang XD. Lama lama mungkin kakak gue gendok kali ya karena selalu disuruh nyalain/matiin komputer sama gue, akhirnya kakak gue mulai ngajarin gue cara mengoperasikan komputer (termasuk bikin file di word atau notepad).

Begitu gue lancar operasiin komputer, hal pertama yang gue lakukan sepulang sekolah adalah NYALAIN PC, NYUSUN PLAYLIST, baru ganti baju, makan ato ngerjain PR. Dan itu berlangsung tiap hari, dari selama gue masuk SMP sampai kelas 1 SMK. Melihat gue yang akhirnya keranjingan musik yang sama, kakak gue pun bercerita soal perjalanan awal Laruku. Cerita persisnya gue gak inget (maaf yaa banyak lupanya hahaha) tapi yang jelas dia juga cerita soal Hiro, Pero dan Sakura. Dia juga sering banget mengatakan kalau Tetsu adalah PUNYA dia dan gak boleh gue idolakan (jaman dulu mah gitu rebutannya idola bukan cowok, eh), dan gue yang gak mau kalah menyebutkan Yuki sebagai idola gue di Laruku (padahal gue waktu itu gatau bentukannya Yuki kaya gimana, mukanya kaya gimana asli gue gatau. Gue milih Yuki asli spontan karena dia bilang orang yang suka Hyde karena dia vokalis yang kerennya kebangetan, ataupun suka Ken karena kelakuannya yang ajaib, udah banyak dan jadi mainstream).

Dan begitulah semenjak gue menyebutkan Yuki sebagai idola, gue jadi demen melooping lagu lagu tertentu agar gue bisa MENDENGARKAN partnya Yuki lebih jelas. Dari kebiasaan ini, gue akhirnya sadar kalau drum play Yuki itu tricky. Beda dengan drum play drummer lain secara umum, Yuki bisa membuat sebuah lagu terlihat lebih cepat dari yang seharusnya karena drum playnya terlalu intens untuk ukuran lagu bertempo sedang/lambat. Drum playnya Yuki selanjutnya gue jadikan patokan untuk mencari drummer favorit lain selain Yuki.

Tapi meskipun begitu, susah bagi gue untuk jatuh hati ke drummer lain karena gue udah kepincut dengan drum playnya Yuki, meskipun Kai, drummer The Gazette, menjadi drummer favorit berikutnya di list gue, sebenarnya jauh lebih powerfull (dari segi stamina terutama). Dan untuk kali pertama Yuki mengajarkan gue satu hal bahwa CINTA TIDAK MELULU SOAL FISIK. Gue jatuh cinta dan mulai mengidolakan Yuki murni karena gue suka dengan drum playnya bukan karena Yuki tampan (ehm XD).

laruku1

Sampai akhirnya kemudian rilislah album Awake (kisah kasih gue dan Yuki pas jaman album Smile gitu gitu aja tiada perkembangan berarti XD) dan begitu kakak gue memutar album Awake untuk pertama kalinya, gue begitu takjub dengan lagu New World. Meski gue gak bisa bahasa Jepang, entah kenapa perasaan gue bilang lagu ini seolah punya koneksi khusus dengan gue, entah karena liriknya yang gue banget atau karena hal lain. Sampai akhirnya kakak gue bilang Yukilah yang menciptakan lagu New World. Pada waktu itu gue langsung ngeblank, gabisa mikir. Gue kaget ternyata apa yang gue rasain ternyata suka benar kejadian dan sejak saat itu, feeling gue selalu berubah menjadi kenyataan SAMPE SEKARANG (tapi tergantung orangnya sih LOL, cuman memang lebih banyak benarnya 🙂 ).

Di album Awake juga, akhirnya gue melihat Yuki untuk pertama kalinya (taun Awake rilis itu jaman kejayaan warnet sih wkwkwk). Rambut Yuki yang panjang macem model Rejo*ice gak menghentikan langkah gue untuk terus konsisten menyukai Yuki. Bahkan ketiga gue mulai kehilangan arah dalam Kpop, lagu New World SELALU ada di ponsel gue, gak pernah gue hapus dan meski ganti ponsel berkali kali gue GAK PERNAH LUPA masukin New World ke ponsel. Dan gak bisa dipungkiri, Yuki lah yang membuat gue untuk menyukai MUSIKNYA dulu baru ORANGNYA. Karena bagi gue percuma punya modal tampang tapi gak dibarengi dengan kemampuan yang mumpuni.

Yuki juga mengajarkan gue untuk terus berkarya TERLEPAS ORANG MAU KOMENTAR APA. Gue inget di video live pas Yuki solo project di bawah nama Acid Android, dan untuk pertama kalinya Yuki alih profesi jadi VOKALIS, di kolom komentarnya banyak banget komen negatif soal suara Yuki (ada yang sampe ngatain Yuki gak tau diri karena maksa nyanyi dengan suara kayak gitu, dan sumpah gue gedek banget bacanya). Tapi Yuki seolah gak peduli dan malah merilis single single berikutnya (tapi tetep sampe kapanpun kalo dia nyanyi Purification gue pasti ngakak, abis dia nyanyinya ‘ngahiung’ (mirip bunyi mamang kue putu), selain lagu itu gue pikir suaranya unik dan punya ke khas an sendiri), apalagi di taun 2016 ini Yuki aktif banget lewat live show Acid Android di beberapa live house dan ngadain exhibit lagi. Gue inget kata kata Ibu Suri, Dee Lestari, bahwa selain ada yang gak suka, pasti ada orang yang suka, dan Yuki terus melakukan project Acid Android demi orang yang suka bukan buat bahan candaan orang orang yang gasuka.

Yuki selalu menjadi tempat gue berlari ‘pulang’ saat gue capek menghadapi problem hidup yang memang gak akan pernah berhenti. Kehadiran Yuki di Laruku benar benar gue syukuri saat gue putus dengan mantan di awal 2015 lalu.Gue inget pas ada penayangan Over The L’Arc~en~Ciel itu pas masa gue GALAU banget dan pas liat Yuki disitu rasanya benar benar lega seolah gue kembali ‘pulang’ setelah bertahun tahun tersesat. Apalagi pas Yuki ditanya, saat apa yang paling berkesan setelah 20 tahun anniv Laruku (yang berkesan apa yang terbaik sih gue lupa, gue udah keburu hectic sendiri, ngucapin nama Yuki sambil nahan biar ga ngedip XD) , dengan entengnya Yuki jawab kalau hal yang paling berkesan adalah ketika dia memutuskan bergabung dengan Laruku. Dan disitu gue terharu (pengen nangis tapi malu soalnya berikutnya Ken apa Hyde ngetawain jawaban Yuki).

Gue baru bisa berpikir soal jawaban Yuki pas udah sampe rumah. Tanpa Yuki ga bakal ada gue yang ‘no music no life’ , ga bakal ada gue yang ga bosen ngelooping lagu demi bisa hapal lirik lewat listening, ga bakal ada gue yang sedang tiduran di kasur ngetik pengakuan ini (ehm). Tanpa Yuki mungkin gue gak kenal band Jepang lain (sebut saja UVERworld XD) dan gak mau kenal anime.

yuki1

Mungkin bagi sebagian orang, irit ngomongnya Yuki di konser atau interview malah bikin kesel, maka sebaliknya gue justru sangat berharga. Karena selama sepersekian menit bahkan detik, Yuki terlihat lebih ganteng dari biasanya (eh serius, karena jarang ke shoot kamera sih sebenarnya jadi sekalinya ke shoot malah bersinar. wkwkwk) dan membuat gue memasukkan ORANG YANG ASIK DENGAN DUNIANYA SENDIRI pada syarat ideal type gue.

Hal yang membuat gue sedih kalo inget Yuki adalah pas Laruku manggung di Indo gue gak bisa dateng karena uang yang gue pegang semuanya harus masuk ke kampus waktu itu, dan pas gue baca fan account soal penampilan mereka, gue cuman bisa mewek ga jelas (Yuki lagi ganteng gantengnya sih). Selain itu ternyata masih ada ajaaa Cielers yang masih gak terima dengan adanya Yuki dan selalu membandingkan antara skill Yuki dan Sakura (kejadian ini gue simpulkan pas habis nonton OTL, pas Yuki di shoot ada orang yang mendesah kesal cukup keras dan kemudian NYINYIRIN YUKI DI DEPAN ISTRINYA (eh hahaha tapi gue cuman bisa diem sih waktu itu).

Tapi toh, life must go on, gue gak bisa berbuat banyak dan akhirnya gue cukup puas dengan menonton LArCasino dua hari berturut turut karena Yuki banyak ke shoot camera dan pas Trick Yuki gak terlalu pake power pas nyanyi jadinya perfect lah (gue histeris banget pas bagian ini hahahahahaha).

Gue selalu bersyukur Tetsu gak kenal menyerah nyariin nih mas mas satu buat jadi additional member yang kemudian berakhir jadi member tetap, karena bakal beda cerita kalau bukan Yuki yang direkrut (yaiyalah). Dan tanpa Yuki pun Laruku belum tentu bisa bertahan sampe sejauh ini, sebesar ini, se lovely ini dan se awet ini.

Yuki yang udah menemani gue nyaris setengah umur gue, mengajarkan banyak hal buat gue bahwa  tampang gak akan menentukan skill, DIAM BERARTI GANTENG, dan juga jangan pernah melupakan ‘start’.

Sampe kapanpun Yuki selalu menjadi ‘rumah’ gue karena separuh hidup gue sudah dilewati dengan Yuki, susah senang. Gak banyak harapan dari gue buat Yuki kecuali potong rambut, banyak makan, dan cepet lamar gue (oke canda).

Terimakasih Yuki, meskipun bagi kamu gue gak lebih dari salah satu dari ribuan fans Yuki, sosokmu terus ada di kepala gue sebagai supporter nomor satu gue yang paling setia.

Happy Birthday my dear Yukihiro Awaji, stay healthy, stay humble and stay handsome. I miss you so much ><

 

– Today’s Special : Avocado Float | Separuh Hidupku Bersama Yuki ( Tribute to Yukihiro Birthday) –

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s