[ Single & MV Review | The Oral Cigarettes – 5150 ]

toc-1

Hai guys ❤

Akhirnya Popsicle kembali tayang setelah ‘diliburkan’ paksa selama 1 minggu. Tadinya gue tetap mau update Popsicle dengan resiko Jelly (nama project untuk review Drama/J Dorama) bakal kena delay barang sehari apa dua hari, tapi ternyata di hari Senin minggu lalu, badan gue benar benar gak bisa kompromi dan alhasil dari pulang kantor sekitar jam 5an, gue bablas tidur sampe jam 5 keesokan harinya (gue kalau tekanan darahnya lagi drop banget, gue akalin dengan tidur yang banyak jadi ga perlu obat T T). Dan hari Selasa, barulah gue inget kalo Jelly belum ada progress sama sekali, dan akhirnya dengan berat hati Popsicle harus ngalah ‘libur’ dulu (padahal alasan gue bikin blog adalah demi Popsicle XD).

Tapi rupanya ada bagusnya Popsicle tidak jadi diupdate minggu kemarin. New release yang ada di Spotify dari minggu lalu ga ada lagu yang menarik untuk direview, dan tadinya gue mau review album terbarunya Alexandros, Exist, cuman ga jadi karena jumlah lagunya ada 15 (waktu itu Cain and Abel baru rilis eng sub juga, jadi pertimbangan gue waktu itu, workload ga bisa lebih dari lima lagu), dan beban kerjaan real life juga udah kebanyakan akhirnya puter otak lagi dan kemudian inget kalau salah satu band yang lagi gue cengcengin, The Oral Cigarettes, baru saja merilis single terbaru mereka, 5150 .

Kalau dibandingkan dengan single mereka sebelumnya, Dip-Bap, single 5150 lebih terasa smooth, dalam artian melodynya agak sendu, liriknya sebagian besar soal galau (kecuali 5150, karena cenderung menggambarkan soal melawan kejahatan). Tapi kalau lebih jujur, tracklist di 5150 terasa lebih imbang dibanding Dip-Bap yang terasa jomplang di S-Low (dari segi melodi, ritme dan lirik lagu), karena melodi dan ritme yang dimiliki oleh ketiga lagu dalam single 5150, serupa tapi tak sama.

Nah penasaran kan?

Yuk dimulai dari lagu pertama, 5150

5150

Lagu ini dimulai dengan reff yang dinyanyikan hanya dengan iringin melodi sederhana, barulah setelah itu menyusul ketukan drum yang intens. Begitu terdengar suara 5150 (five one five o), melodi gitarnya berubah drastis menjadi lebih intens (selintas mirip dengan intro Catch Me, tapi ternyata pas gue dengerin lagu Catch Me, malah gak mirip, tapi mungkin tingkat intesitas permainan gitarnya yang bikin mirip XD). Di lagu 5150 ini selain permainan gitarnya yang menonjol, rupanya ritme Drum Masaya juga cukup membuat gue kesengsem. Entah mungkin karena gue masih belum mengenal drum play Masaya secara keseluruhan, tapi menurut gue, drum play Masaya di sini sangat berbeda dengan drum play di single ataupun album The Oral Cigarettes sebelumnya. Permainan Masaya terdengar konsisten dengan ritme yang cepat, tapi tidak serta merta ‘ketutupan’ dengan melodi gitar yang intens, dan juga terdengar lebih matang. Suara Takuya juga menurut gue ‘main aman’ , tidak terlalu menonjolkan skill skill bernyanyi yang berlebihan, tapi tetap memikat, terlebih di beberapa nada tinggi, suaranya terdengar stabil (bandingkan kalau Takuya menyanyikan lagu versi live, terkadang suaranya terdengar tidak stabil, tapi gue maklum sih, karena Takuya suka kepengen fans ikutan ‘panas’ dan nyanyi bareng sehingga secara gak sadar dia agak teriak pas nyanyi dan menyebabkan suaranya kurang stabil). Bassnya Akira di beberapa bagian agak kurang terdengar (ketutupan dengan rhytm gitarnya Takuya) tapi tetap mencuri perhatian di bagian second verse dimana Takuya menyebutkan lirik five-one-five-o.

Salah satu bagian lagu yang gue suka adalah dari bagian interlude menuju akhir lagu. Disitu kalian dapat mendengarkan melodi gitar yang intens namun dengan volume yang kecil (gue aja yang pake headphone harus nyetel di volume paling gede dulu baru nyadar XD) agar vokal Takuya memiliki impact kuat kepada pendengar lagu ini, karena di bagian akhir lagu ini memang memiliki pesan untuk tidak pernah menyerah tak peduli dengan takdir dan orang yang menunggu.

Soal MV sendiri gue setuju dengan pendapat yang ada di blog ini dimana konsep kejahatan dan kebaikan yang sangat bertolak belakang dan Takuya disini digambarkan sedang kesulitan dalam melawan kejahatan (teks asli blognya menuliskan light and darkness, tapi kan gak mungkin gue artikan menjadi kegelapan dan cahaya, jadi gue mengartikan menjadi kejahatan dan kebaikan) jadi gak ada lagi yang bisa gue review selain ‘kenapa Takuya harus muntah darah sih?’ dan ‘bekas darahnya masih terus nempel di pipi selama Takuya nyanyi di rumah gelap itu’ .

toc-2

アクセス×抗体 (Access x Antibody)

Di lagu ini, permainan gitarnya juga cukup intens (ditambah rhytm gitar yang cukup terdengar jelas di lagu ini) dan permainan drumnya yang mencolok, membuat gue dengan sukses mengucapkan “This suits my taste!” Yang pasti membuat gue jatuh hati adalah melodi gitarnya Shige, ditambah ritme drum yang cepat sehingga membuat Takuya bernyanyi dengan kecepatan yang hampir terdengar seperti rap XD. Permainan gitar Shige juga patut diacungi jempol karena dapat menyeimbangkan volume antara verse satu ke verse berikutnya. Di tiap verse, permainan gitarnya selalu terdengar pelan (padahal cukup membuat kita headbang) tapi di jeda antara verse ataupun reff, permainan gitarnya berubah drastis menjadi sangat mencolok.

Di bagian menuju interlude juga ritme berubah menjadi pelan dan membuat bagian ini noticeable karena ada melodi yang mencuri perhatian disini (gue gak bisa deskripsikan lebih lanjut, dengerin aja lagunya XD). Pokoknya serius, gue gak sabar buat dengerin versi livenya Access x Antibody buat liat permainan melodi Shige yang unccch banget

 

ミステイル (Miss Tail)

Satu lagi lagu yang berhasil membuat gue teriak kegirangan, “Yesss! It’s really my taste!”, gak jauh beda dengan lagu access x antibody, dari awal permainan gitarnya sudah mencolok karena ritme juga intensitasnya. Bedanya, drum play di Miss Tail tidak terlalu mencolok, sehingga gue benar benar terfokus ke permainan melodi gitarnya Shige. Vokalnya Takuya juga tidak ada yang terlalu mencolok, kecuali di bagian akhir kalimat, selalu diayun dan dipanjang-panjangin. Tapi entah kenapa menurut gue cara Takuya menyanyikan bagian reff dari lagu ini mirip dengan lagu Access x Antibody sehingga gue sempat mengecek apakah lagu ini memang dibuat bersambung atau feelsnya dibuat sama.

Jika di Access X Nobody, melodi gitar dibuat mencolok di tiap reff, sebaliknya, di lagu Miss Tail, melodi gitarnya justru dibuat bersembunyi. Tapi dengan dibuat bersembunyi, permainan solo gitar di peak lagu terasa mencolok. Permainan bass Akira juga akhirnya bisa gue dengar cukup jelas di lagu ini tidak seperti dua lagu sebelumnya yang kurang terdengar, apalagi di interlude sehabis solo gitar, pembagian part antar instrument cukup adil sehingga malah terasa semua instrument memiliki part solo XD.

Bagian favorit gue di lagu Miss Tail adalah cara Takuya menyanyikan Ah Mistake. Alih alih menyanyikan Ah Mistake, Takuya malah menyanyikan Ah Mistayeyeyeyeyeke yang sukses membuat gue eargasm dan ngelooping lagu ini seharian.

 

Overall, lewat single yang bertajuk 5150 ini, The Oral Cigarettes membuktikan kalau lagu buat headbang gak selalu harus memiliki ritme yang keras dan dengan tempo yang cepat. Lewat ketiga lagunya yang memiliki tempo sedang dan ritme yang cukup keras sudah bisa membuat gue headbang tanpa henti. So lets shout 5-1-5-0 together!

 

Source :

https://dancingkitteh.wordpress.com/2016/10/06/the-oral-cigarettes-5150-music-video/

https://furahasekai.net/2016/11/21/the-oral-cigarettes-miss-tail/

https://furahasekai.net/2016/11/21/the-oral-cigarettes-access-x-antibody/

https://furahasekai.net/2016/11/21/the-oral-cigarettes-5150/

 

– Lemon Popsicle | When your life is sweet and sour just add music to make it perfect –

 

 

Advertisements

6 thoughts on “[ Single & MV Review | The Oral Cigarettes – 5150 ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s